Dinkes Kabupaten Jombang Terima Penghargaan Dalam Acara Puncak HKN di Kabupaten Sumenep

indonesiasatu, 29 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:
JOMBANG -  Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang pada acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Provinsi Jawa Timur, di Pantai Lombang Sumenep, Kamis (28/11/2019) memperoleh penghargaan Juara Harapan I dalam inovasi pelayanan kesehatan Asmantoga dan akrupresur kategori pedesaan, berupa inovasi pelayanan TALITA MANSUR (Tangani Balita Mandiri Akupresure) di Desa Seketi Kecamatan Mojoagung.

Asuhan Mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah / gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Taman obat keluarga (TOGA) adalah sekumpulan tanaman hasil budidaya rumahan yang berhasiat sebagai obat. Obat adalah suatu bahan atau panduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnose, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia. Obat dapat bersifat sebagai obat jika sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat. Obat juga bersifat racun bagi tubuh jika dikonsumsi dengan dosis yang berlebihan. Hal ini menyebabkan pemberian obat kurang dapat menyembuhkan karena salah penggunaan dan dosis yang tidak tepat.

Akupresur adalah metode pemijatan yang efektif untuk meningkatkan kesehatan ataupun mengatasi masalah kesehatan dengan melakukan penekanan pada titik tubuh tertentu. Banyak masyarakat yang masih belum paham akan pemanfaatan TOGA dan akupresur. Masyarakat sering salah dalam menentukan bahan baku dalam pembuatan obat tradisional dan tidak mengerti cara untuk mengolah bahan tersebut serta titik - titik pemijatan.

Ini dapat menyebabkan efek samping yang berbeda bagi tiap orang jika dosis obat diberikan secara berlebihan serta pemijatan pada titik yang tidak benar. Semakin banyak masyarakat yang menaruh perhatian terhadap penggunaaan obat rasional dan akupresur demi kepentingan pengobatan keluarga. Menurut (WHO, 1992), penggunaan obat rasional yaitu pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dengan dosis yang tepat, jangka waktu pemberian obat yang benar, dan mendapatkan harga obat yang paling murah terutama untuk bayi dan balita dianjurkan untuk tidak memberikan obat bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Budidaya pengembangan toga dan akupresur memiliki peluang bisnis yang sangat besar. Apa lagi saat ini, dimasyarakat sedang berkembang “trend” kembali ke alam (back to nature), termasuk dalam penggunaan obat-obatan dan agro wisata. Disamping adanya trend tersebut, penggunaan tumbuhan obat dan akupresur semakin banyak diminati masyarakat, karena pengaruh kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis, sehingga banyak masyarakat yang memilih obat - obatan dan metode pengobatan alami yang harganya relatif murah, aman, dan mudah memperolehnya, jika dibandingkan obat buatan pabrik.

Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman serta keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dimasyarakat. Dalam pelayanan kesehatan tradisional dikenal dua yaitu ketrampilan dan ramuan. Oleh karena itu dibentuklah kelompok asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan akupresur “Seketi Asri”  pada bulan Mei Tahun 2018. Hal ini didasari beberapa alasan sebagai berikut :

1.  Adanya intruksi dari PKK pusat yang secara berjenjang juga di ikuti oleh organisasi PKK di bawahnya.

2.  Banyak warga yang sudah menanam toga tapi belum memanfaatkan tanaman tersebut sebagai obat ( hanya sekedar menanam )

3.  Adanya kecenderungan masyarakat yang ingin kembali memanfaatkan obat - obatan herbal dan metode pengobatan alami yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis (back to nature).

4.  Banyak obat - obat yang dari bahan kimia yang mempunyai efek tidak baik terhadap tubuh manusia.

5.  Harga obat - obatan pabrikan semakin melambung harganya.

Atas dasar alasan di atas, dusun seketi, melalui PKK desa dan Puskesmas mulai aktif kembali untuk menggerakkan warganya agar menanam tanaman yang dapat berfungsi sebagai obat serta menerapkan akupresur sebagai metode pengobatan. Setiap warga di wajibkan menanam TOGA minimal 5 (Lima) jenis tanaman obat. dan tidak ada ketentuan tanaman apa yang harus di tanam. Tiap warga boleh menanam apa saja yang mereka anggap penting. Dengan cara ini ternyata sangat menguntungkan masyarakat karena dilapangan ada demikian banyak variasi tanaman yang dimiliki warga dengan fungsi yang sangat beragam. Keragaman tersebut berdampak pada banyaknya jenis penyakit yang dapat dicegah atau disembuhkan oleh tanaman - tanaman tersebut. (humas/red/kla)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu